Perselingkuhan memang sulit diterima dalam suatu perkawinan, namun bukan tidak mungkin untuk diperbaiki. Bayangkan jika Anda menemukan pasangan Anda berselingkuh. Pastilah ada perasaan syok yang amat sangat, sakit hati, merasa dikhianati, marah, kecewa, perasaan bersalah, cemburu, dan yang jelas semua mimpi-mimpi yang selama ini dibangun bersama seakan-akan hancur dalam waktu yang singkat.
Kemudian mulai timbul berbagai pertanyaan yang menghantui, seperti, “Apa yang salah dengan diri saya?”, “Mengapa ini semua terjadi?”, “Apakah saya benar-benar mengenal pasangan saya?” dan seterusnya.
Semua rasa dan pikiran yang timbul merupakan sesuatu yang wajar pada diri seseorang yang baru mengetahui pengkhianatan pasangan. Pertanyaannya adalah, dapatkah pernikahan yang telah dibina sekian lama dapat dipertahankan? Jawabannya adalah ‘bisa’ dan ‘tidak’.
Untuk jawaban ‘bisa’ jika pasangan suami dan istri yang terlibat benar-benar memiliki keinginan untuk memperbaiki dan mempertahankan pernikahan. Dengan keinginan itu, maka pasangan mau terlibat dalam komunikasi yang terbuka mengenai masalah ini, dengan tujuan memperbaiki pernikahan. Tak mudah memang, terutama bagi pihak yang dirugikan. Namun mengapa tidak menjadikan cobaan yang berat ini menjadi lahan untuk memperbaiki diri, sekaligus memperbaiki hubungan dengan pasangan.
Untuk jawaban ‘tidak’ jika salah satu melanggar komitmen yang telah dibuat bersama, atau pasangan yang dikhianati tak lagi bisa mempercayai pasangannya dan terus menerus mengungkit kejadian tersebut. Jika sudah begini, periksa lagi tujuan pernikahan Anda, apakah tujuan tersebut sudah cukup kuat untuk dijadikan fondasi dalam berumahtangga, ataukah perlu direvisi jika merasa perkawinan ini masih cukup berharga untuk dipertahankan.
Jika ingin mempertahankan keutuhan pernikahan, ada beberapa hal yang dapat dicoba, antara lain:
- Cobalah berbagi rasa dengan orang yang tepat, atau Anda yakini sebagai orang yang tidak akan memperkeruh suasana. Jika masalah dirasakan sudah terlalu berat, mengapa tidak coba berkonsultasi dengan seorang ahli, seperti psikolog atau penasehat perkawinan.
- Komunikasikan perasaan, keinginan, dan pikiran Anda berdua dengan terbuka dilandasi dengan keinginan yang sungguh-sungguh untuk memperbaiki keadaan. Siapa tahu lewat keterbukaan ini Anda jadi lebih mengenal pasangan, dan sebaliknya, yang membuat hubungan Anda berdua menjadi lebih erat.
- Pahami penyebab pasangan berselingkuh karena bisa jadi perselingkuhan adalah indikator dari masalah yang lebih besar lagi di dalam suatu hubungan. Coba untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki diri bersama-sama.
- Perjalanan pernikahan setelah perselingkuhan terjadi memang tak lagi mudah. Namun, dengan menutup lembaran lama dan bersama-sama membuka lembaran baru–siapa tahu–justru kisah pahit ini akan memperkokoh hubungan Anda berdua. « [esthi]
[Box] Tips untuk pasangan yang berselingkuh
- Cobalah memahami perasaan pasangan yang telah Anda sakiti, dan bersabarlah untuk bisa mendapatkan kepercayaan dari pasangan kembali.
- Jika bersungguh-sungguh ingin mempertahankan pernikahan, tanggalkan ego untuk membela diri atau melawan kemarahan pasangan dengan kemarahan.
- Tunjukkan kesungguhan Anda untuk mengakhiri perselingkuhan dengan tindakan yang nyata, dan yakinkan pasangan akan keinginan untuk memperbaiki diri.
- Perselingkuhan menunjukkan tipisnya iman, mengapa tidak mencoba kembali mendalami agama untuk memperkokoh benteng Anda menghadapi godaan.
Tips untuk pasangan yang dikhianati
- Setiap orang pernah melakukan kesalahan. Karenanya, jika pasangan bersungguh-sungguh ingin mempertahankan pernikahan, cobalah untuk memahami dan memaafkan kekhilafan pasangan terhadap Anda dengan tulus dan ikhlas.
- Cobalah untuk tidak mengungkit-ungkit kesalahan yang dibuat pasangan, apalagi jika ia menunjukkan kesungguhannya lewat perbuatannya.
- Coba introspeksi diri, mungkin tak hanya pasangan yang perlu memperbaiki diri, namun Andapun perlu membenahi diri demi kebaikan bersama.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar